Pemerintah Kota Salatiga memastikan program insentif bagi guru non–aparatur sipil negara (non-ASN) tetap berlanjut pada tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan para pendidik.
Robby menegaskan bahwa guru non-ASN memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di Salatiga. Oleh karena itu, hak-hak kesejahteraan mereka tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah, meskipun di tengah tantangan pengelolaan anggaran.
“Insentif guru non-ASN tetap kami lanjutkan pada 2026. Kesejahteraan pendidik adalah prioritas, karena mereka berperan langsung dalam membentuk kualitas sumber daya manusia,” ujar Robby dalam keterangannya.
Kepastian pencairan insentif tersebut diperoleh setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pembahasan dan menemukan solusi anggaran yang memungkinkan program tersebut tetap berjalan. Penyesuaian dan optimalisasi alokasi anggaran dilakukan agar kebijakan ini tidak bertentangan dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Robby menjelaskan, koordinasi lintas OPD menjadi kunci dalam memastikan insentif tetap dapat dibayarkan tanpa mengganggu program prioritas lainnya. Pemerintah daerah juga berkomitmen menjalankan pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel.
Para guru non-ASN di Salatiga menyambut baik kepastian tersebut. Insentif yang diterima selama ini dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.
Pemkot Salatiga berharap keberlanjutan insentif ini dapat menjaga motivasi dan kinerja guru non-ASN dalam menjalankan tugasnya. Dengan kesejahteraan pendidik yang terjaga, pemerintah optimistis kualitas layanan pendidikan di Salatiga dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.


























