Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menjadi pemateri dalam kegiatan Kajian Muslimah Balai Kota yang digelar pada Kamis (9/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari Kajian Seri Tematik bertajuk “Perempuan Pendidik Peradaban: Mengaji, Mengabdi, dan Menguatkan Negeri”.
Dalam kajian tersebut, Nahdiana menekankan bahwa pendidikan sejatinya berakar pada nilai, integritas, serta kesediaan pendidik untuk terus belajar sepanjang hayat. Menurutnya, dampak yang dihadirkan seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi terutama oleh kualitas diri dan karakter yang dibangun secara konsisten.
“Pendidikan selalu berangkat dari kualitas diri pendidiknya. Nilai, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi fondasi utama agar pendidikan mampu menghadirkan dampak yang bermakna,” ujarnya di hadapan para peserta kajian.
Nahdiana menjelaskan bahwa konsep mengaji, mengabdi, dan menguatkan negeri merupakan satu kesatuan peran yang tidak terpisahkan bagi perempuan pendidik dalam membentuk peradaban. Mengaji dimaknai sebagai proses memperdalam ilmu dan kebijaksanaan, baik secara spiritual maupun intelektual. Sementara itu, mengabdi dipahami sebagai kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan.
Adapun menguatkan negeri, lanjut Nahdiana, diwujudkan melalui sikap memuliakan keberagaman, mengedepankan musyawarah, serta memiliki keberanian untuk menegakkan kebenaran. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan Jakarta yang berkeadaban, inklusif, dan berorientasi pada persatuan.
Melalui kajian ini, Nahdiana berharap perempuan pendidik dapat terus memperkuat perannya sebagai agen perubahan, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kebangsaan, sehingga pendidikan mampu menjadi pilar utama dalam membangun peradaban yang bermartabat.



































