Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, beserta jajarannya menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1).
Melalui rapat ini, Menteri Mu’ti memaparkan bahwa kinerja anggaran Kemendikdasmen tahun 2025 tercatat dalam kategori sangat baik, seiring dengan meningkatnya Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan.
Lebih lanjut, Mendikdasmen memaparkan sejumlah capaian program prioritas nasional. Program revitalisasi satuan pendidikan yang semula ditargetkan menyasar 10.440 satuan pendidikan berhasil diperluas menjadi 16.167 satuan pendidikan. Program ini berdampak luas pada perekonomian daerah dengan melibatkan ribuan UMKM dan menyerap lebih dari 192 ribu tenaga kerja.
Digitalisasi pembelajaran terus diperkuat melalui penyaluran papan interaktif digital (PID), laptop, dan diska keras eksternal untuk 288.865 sekolah. Sementara itu, Program Indonesia Pintar telah menjangkau sekitar 19 juta peserta didik dan akan diperluas hingga jenjang PAUD. Penguatan karakter murid melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) juga terus diperluas dan telah diterapkan di 170.870 satuan pendidikan.
Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru serta tenaga kependidikan melalui berbagai tunjangan bagi guru non ASN, antara lain Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 400.179 guru, Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi 43.259 guru, insentif bagi 365.542 guru, serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi 253.407 guru PAUD Nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.
Selain itu, Pendidikan Profesi Guru (PPG) telah diikuti oleh 804.157 guru tertentu, berbagai pelatihan juga telah dilaksanakan bagi 69.868 fasilitator dan guru, serta program peningkatan kualifikasi S1/D4 telah menyasar 12.500 guru yang ditargetkan lulus pada tahun 2026.


























