Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai layar canggih yang terpasang di dinding. Perangkat tersebut menjadi pintu masuk menuju pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid.
Melalui program Pelatihan Mandiri di Ruang GTK Rumah Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak para guru untuk memaksimalkan penggunaan Papan Digital Interaktif (PDI) sebagai alat pedagogi, bukan hanya sebagai perangkat teknologi.
Dalam pelatihan tersebut, guru diberi kesempatan belajar secara fleksibel dengan memanfaatkan akun belajar.id. Materi yang disediakan mencakup pengenalan fitur-fitur PDI, penyusunan strategi pembelajaran interaktif, hingga praktik langsung penerapan di kelas. Pendekatan ini bertujuan agar proses belajar menjadi lebih hidup, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Khusus di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), PDI dapat dimanfaatkan untuk mendukung simulasi industri dan praktik berbasis dunia kerja. Dengan teknologi ini, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang mendekati situasi nyata, sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan profesional.
Kemendikdasmen menekankan bahwa transformasi digital pendidikan tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan perangkat, melainkan pada kesiapan dan kemauan guru untuk terus belajar, berlatih, serta melakukan refleksi. Perangkat digital akan memberikan dampak signifikan apabila digunakan secara tepat dalam strategi pembelajaran.
Melalui penguatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi yang bijak, diharapkan kualitas pembelajaran di Indonesia semakin meningkat dan mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.





































