Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan Program Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional di Jakarta. Program ini menggandeng Tanoto Foundation, UNICEF, dan Global Gates Foundation bersama enam pemerintah daerah sebagai langkah konkret memperkuat kemampuan literasi dan numerasi anak di jenjang pendidikan dasar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa program kolaborasi ini akan berjalan berkelanjutan hingga tahun 2029. Ia menegaskan, inisiatif ini merupakan upaya bersama untuk menjawab tantangan rendahnya literasi dan numerasi, termasuk fenomena learning loss, learning poverty, serta capaian skor PISA dan prestasi akademik yang masih belum sesuai harapan.
Meski begitu, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya tetap berpikir optimistis. Menurutnya, berbagai persoalan pendidikan bukan penghalang, tetapi momentum untuk berbuat lebih baik dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak, khususnya di tingkat pendidikan dasar.
Lebih dari 500 sekolah akan terlibat dalam program ini yang tersebar di empat provinsi: Sumatera Utara (Kota Medan dan Kota Pematangsiantar), Jambi (Kabupaten Batang Hari), Jawa Tengah (Kabupaten Tegal), dan Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende). Guru tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi Kemendikdasmen juga akan memantau bagaimana program diterapkan di kelas agar pembelajaran sejalan dengan pendekatan deep learning dan pemanfaatan buku teks.
Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam akan digunakan dengan dukungan data. Data hasil belajar diharapkan membantu pemetaan sejauh mana keberhasilan pembelajaran siswa; bila capaian masih kurang, dapat segera dirancang intervensi, dan bila sudah tercapai, bisa dinaikkan tingkat tantangannya. Harapannya, program ini benar-benar mendukung kebijakan pemerintah dalam penguatan literasi dan numerasi nasional.


















