Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menggulirkan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat sistem pembinaan talenta murid di tingkat nasional. Program ini menjadi implementasi dari Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, yang menekankan pentingnya identifikasi bakat, minat, serta pengembangan potensi siswa secara terencana dan berkelanjutan.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Mariman Darto menegaskan bahwa pengembangan talenta murid kini menjadi kebutuhan strategis bangsa di tengah kompetisi global yang semakin dinamis. Menurutnya, Indonesia memerlukan sistem yang mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi anak-anak secara terstruktur sejak dini.
Program BTI yang dikelola oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini berfokus pada pengembangan talenta di bidang STEM, koding, kecerdasan artifisial, dan karakter. Pelaksanaannya melibatkan berbagai perguruan tinggi sebagai pusat penguatan kompetensi, sekaligus menggandeng pemandu talenta di satuan pendidikan untuk memastikan pembinaan berlangsung secara berkelanjutan di daerah.
Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, BTI berhasil menjangkau peserta dari 38 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan dukungan 23 perguruan tinggi mitra, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Bina Nusantara.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene menjelaskan bahwa keberhasilan BTI sangat dipengaruhi oleh kesiapan sekolah dalam mengidentifikasi potensi murid sejak dini, peran aktif pemandu talenta, serta dukungan dari dinas pendidikan dan kepala sekolah. Ia juga menyoroti peningkatan literasi sains peserta, terutama dari wilayah Indonesia timur, sebagai salah satu dampak positif program tersebut.
Pada tahun 2026, BTI akan difokuskan pada peserta jenjang SMA/SMK/MA atau sederajat dengan sistem pembinaan bertingkat, yaitu tingkat dasar, menengah, dan mahir. Program ini menargetkan 3.000 peserta, terdiri dari 840 murid tingkat mahir serta 2.160 peserta tingkat menengah yang mencakup murid dan pemandu talenta.
Pendaftaran BTI 2026 dibuka pada 6 Maret hingga 2 April 2026, sementara pelatihan akan dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi pada Juli hingga Agustus 2026. Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap ekosistem pengembangan talenta nasional semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.



































