Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa lebih dari 700 ribu anak di Indonesia terdeteksi mengalami gejala gangguan kesehatan mental berdasarkan skrining awal terhadap 7 juta anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 338.000 anak mengalami gejala kecemasan (anxiety) dan 363.000 anak menunjukkan gejala depresi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa besarnya masalah ini baru terdeteksi berkat perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Selain gangguan kecemasan dan depresi, pemerintah mencatat lonjakan tren pemikiran bunuh diri pada remaja dari 5,4% menjadi 8,5%, serta percobaan bunuh diri yang meningkat signifikan hingga 10,7%. Faktor utama pemicu kondisi ini diidentifikasi berasal dari konflik keluarga dan pola pengasuhan, yang disusul oleh tekanan lingkungan seperti perundungan (bullying) serta beban akademik di sekolah.
Sebagai langkah penanganan, Kemenkes berkomitmen memperluas cakupan skrining hingga mencapai target 25 juta anak agar deteksi dini dapat dilakukan lebih maksimal. Pemerintah juga menyediakan layanan bantuan darurat melalui hotline “Healing 119” sebagai pusat konseling krisis bagi anak-anak dan remaja yang membutuhkan dukungan psikologis segera.




























