Yemisa Zebua, seorang siswa asal Nias, kembali menyita perhatian publik setelah berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto lewat pertemuan daring. Sebelumnya, Yemisa sempat viral karena berani menyampaikan permintaan pembangunan jembatan agar akses menuju sekolah di daerahnya lebih aman. Kini, ia datang tidak hanya membawa rasa terima kasih, tetapi juga sederet harapan baru untuk masa depan pendidikan di kampung halamannya.
Dalam dialog tersebut, Yemisa mengucapkan terima kasih karena jembatan yang dijanjikan kini sudah terbangun. Ia menceritakan bahwa dulu para siswa harus menyeberangi sungai dengan kondisi berbahaya dan rela melepas sepatu supaya tidak basah saat berangkat sekolah. Kini, perjalanan menuju sekolah menjadi jauh lebih layak dan aman sehingga mereka bisa belajar dengan lebih tenang.
Ketika ditanya Presiden soal masa depan, Yemisa mengungkapkan keinginannya melanjutkan kuliah dan bercita-cita menjadi dokter. Namun ia juga jujur menyebut kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mampu membiayai pendidikan tinggi. Menanggapi hal itu, Presiden menyampaikan kesiapan untuk membuka peluang tes bagi Yemisa dan meminta jajaran TNI mencatat namanya, termasuk tiga teman lain yang juga ingin melanjutkan pendidikan.
Yemisa tidak hanya menyuarakan kepentingan pribadi. Ia juga menagih realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya belum menyentuh sekolahnya, padahal banyak siswa berasal dari keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan harian. Saat Presiden menyinggung ada yang menganggap program MBG tidak perlu, Yemisa menolak anggapan tersebut secara lugas dan menyebut pandangan itu tidak benar. Ia sekaligus menyampaikan permintaan tambahan berupa perbaikan jalan menuju sekolah dan dukungan fasilitas bagi SMK Boronadu, termasuk pembangunan lapangan sekolah.
Di akhir percakapan, Presiden berpesan agar Yemisa dan teman-temannya tetap rajin belajar. Kisah ini menunjukkan bagaimana suara seorang pelajar dari daerah bisa menjadi pintu pembuka perubahan, mulai dari infrastruktur dasar seperti jembatan hingga akses nutrisi dan peluang pendidikan yang lebih luas.





































