- Orientasi
Guru menciptakan suasana belajar yang menantang rasa ingin tahu murid, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid untuk terlibat aktif.
🔎 Menurut Trianto, tahap ini penting untuk membangun kesiapan mental murid dalam proses inkuiri. - Merumuskan Masalah
Murid diarahkan untuk menemukan dan merumuskan masalah atau pertanyaan yang akan diselidiki. Masalah biasanya bersifat terbuka dan menantang.
📌 John Dewey menekankan bahwa belajar dimulai dari masalah yang nyata dan bermakna bagi murid. - Merumuskan Hipotesis
Murid mengajukan dugaan sementara atau jawaban awal terhadap masalah yang diajukan, berdasarkan pengetahuan awal mereka.
💡 Joyce & Weil menyebut hipotesis sebagai jembatan antara pertanyaan dan proses pencarian data. - Mengumpulkan Data
Murid mencari informasi melalui berbagai cara: observasi, eksperimen, membaca, wawancara, atau diskusi. Guru berperan sebagai fasilitator.
📚 Menurut Suchman, proses ini melatih murid berpikir ilmiah dan sistematis. - Menguji Hipotesis
Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk membuktikan apakah hipotesis diterima atau ditolak.
📊 Tahap ini mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan logis murid. - Menarik Kesimpulan
Murid menyimpulkan hasil penyelidikan dan mengaitkannya dengan konsep atau teori yang dipelajari.
🧠 Trianto menyatakan bahwa kesimpulan membantu murid membangun pemahaman konseptual secara mandiri. - Refleksi dan Tindak Lanjut
Murid merefleksikan proses dan hasil belajar, sementara guru memberikan penguatan dan arahan lanjutan.
✨ Tahap ini penting untuk pembelajaran bermakna dan berkelanjutan.


































