Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus menggalakkan pentingnya literasi sejak dini melalui program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. Momentum arus mudik dimanfaatkan untuk menumbuhkan minat baca, khususnya bagi anak-anak, dengan menghadirkan buku bacaan berkualitas di berbagai titik perjalanan.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar membagikan buku gratis, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi seperti pojok baca, membaca nyaring, mendongeng, hingga mewarnai. Selain itu, masyarakat juga diberikan akses ke ribuan buku digital gratis melalui platform resmi Kemendikdasmen.
Di Pelabuhan Tanjung Priok, ribuan pemudik tampak antusias memanfaatkan program ini. Sebanyak 1.700 buku dibagikan dan disambut positif oleh para orang tua maupun anak-anak yang menjadikannya sebagai teman perjalanan. Respons serupa juga terlihat di Terminal Kampung Rambutan, di mana para pemudik menilai buku bacaan menjadi alternatif kegiatan yang lebih edukatif dibanding penggunaan gawai.
Program ini turut mendapat apresiasi dari pengelola terminal yang menilai kehadiran MABB mampu memberikan nilai tambah bagi pemudik, khususnya keluarga dengan anak. Bahkan, sejumlah terminal berencana menghadirkan fasilitas pojok baca sebagai bagian dari pengembangan layanan ke depan.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk legislatif, yang menilai program ini penting untuk meningkatkan wawasan anak-anak melalui kebiasaan membaca, bahkan di tengah perjalanan mudik.
Melalui MABB 2026, pemerintah berharap budaya literasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadikan perjalanan mudik sebagai momen edukatif yang menyenangkan bagi keluarga.





































