Tokoh nasional Mahfud MD memberikan pesan mendalam saat mengunjungi Pondok Pesantren Walisongo, Sragen. Di tengah dinamika organisasi, ia menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama (NU) ada pada basis akar rumputnya, yaitu pesantren, bukan pada kepentingan politik praktis.
Menurut Mahfud, tantangan besar NU ke depan, terutama menjelang Muktamar, adalah memastikan suksesi kepemimpinan tetap berjalan di atas koridor aturan dasar organisasi (AD/ART) serta mengikuti kearifan para kiai sepuh. “Pesantren itu soko gurunya NU. Harus betul-betul pesantren basisnya. Itu yang dulu berhasil,” tegasnya. ✊
Tak hanya soal kepemimpinan, tantangan regulasi juga menjadi sorotan. Ketua PWNU Jateng, KH Abdul Gaffar Rozin (Gus Rozin), menyambut baik pengakuan negara terhadap ijazah pesantren melalui Ditjen Pesantren yang baru dibentuk. Namun, ia memberikan catatan kritis: Negara boleh memfasilitasi, tapi pesantren harus tetap 100% mandiri, swasta, dan milik umat. Jangan sampai khittah pesantren berubah menjadi lembaga negeri! 🇮🇩
Sebagai langkah konkret penguatan kemandirian, RMI PWNU Jateng secara resmi meluncurkan Gerakan Wakaf Uang. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun sarana dan prasarana pesantren di bawah naungan PWNU Jateng secara kolektif. Bukan sekadar penguatan SDM, tapi juga kemandirian fisik yang nyata!
Yuk, dukung pesantren tetap menjadi benteng moral dan pendidikan bangsa yang independen.
















