Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada capaian nilai akademik semata. Ia mendorong penguatan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai fondasi pembentukan karakter, keberanian intelektual, dan lingkungan belajar yang berkualitas sejak dini.
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan yang baik harus membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, sosial, dan emosional. Program ASRI hadir sebagai pendekatan menyeluruh untuk menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh.
Lingkungan Aman dan Sehat
Dalam konsep ASRI, aspek aman menjadi prioritas utama. Sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi. Keamanan fisik maupun psikologis dinilai sangat penting agar siswa berani berpendapat, bertanya, dan mengekspresikan diri tanpa rasa takut.
Sementara itu, unsur sehat mencakup kebersihan lingkungan, sanitasi yang memadai, serta budaya hidup sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat diyakini berkontribusi langsung terhadap konsentrasi belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Resik dan Indah sebagai Budaya Sekolah
Program ASRI juga menekankan pentingnya sekolah yang resik dan indah. Kebersihan bukan sekadar tanggung jawab petugas, melainkan bagian dari budaya bersama seluruh warga sekolah. Lingkungan yang tertata rapi dan asri menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar estetika, lingkungan yang indah mendorong rasa memiliki dan tanggung jawab siswa terhadap ruang belajar mereka.
Bangun Keberanian Intelektual
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa sekolah yang ASRI akan melahirkan keberanian intelektual. Siswa didorong untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan pandangan.
Ia menyebut, keberanian intelektual hanya dapat tumbuh di lingkungan yang aman dan suportif. Oleh karena itu, pembenahan lingkungan fisik dan budaya sekolah menjadi langkah strategis dalam transformasi pendidikan.
Pendidikan Karakter Sejak Dini
Program ASRI juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter. Melalui pembiasaan menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama, siswa dilatih untuk memiliki karakter kuat dan berintegritas.
Pemerintah berharap implementasi program ASRI dapat diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan, baik di perkotaan maupun daerah, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Dengan pendekatan ini, sekolah diharapkan menjadi ruang tumbuh yang utuh—tempat peserta didik berkembang secara akademik, sosial, emosional, dan moral dalam lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.



























