Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan para siswa agar tidak terjebak dalam kebiasaan begadang hingga larut malam yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan prestasi belajar. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Revitalisasi Sekolah Aman, Nyaman, dan #RukunSamaTeman di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Dalam arahannya di hadapan ratusan siswa dan guru, Abdul Mu’ti secara khusus menyoroti fenomena anak-anak yang terbiasa tidur larut malam karena penggunaan gawai, termasuk kebiasaan sleep call hingga dini hari. Ia mengingatkan agar siswa tidak berubah menjadi apa yang ia sebut sebagai “manusia kelelawar”.
“Jangan jadi manusia kelelawar, yang siangnya mengantuk dan malamnya justru aktif. Anak-anak harus tidur cukup, jangan begadang, apalagi hanya untuk main gawai atau sleep call sampai larut malam,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, pola hidup yang tidak sehat akan berdampak langsung pada konsentrasi belajar, kondisi fisik, hingga pembentukan karakter peserta didik. Ia menegaskan bahwa kecerdasan dan prestasi tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan hidup disiplin, termasuk dalam mengatur waktu istirahat.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya soal sarana dan prasarana, tetapi juga tentang kebiasaan positif yang dibangun oleh seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, ia mengajak siswa untuk menerapkan gaya hidup seimbang antara belajar, beristirahat, dan berinteraksi sosial secara sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengaitkan pesan tersebut dengan Gerakan #RukunSamaTeman, yang mendorong terciptanya lingkungan sekolah bebas perundungan, saling menghormati, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh. Ia berharap siswa dapat membangun relasi pertemanan yang sehat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
“Gunakan teknologi secara bijak. Berteman boleh, berkomunikasi boleh, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan, waktu belajar, dan masa depan kalian,” tegasnya.
Melalui kegiatan revitalisasi sekolah ini, Kemendikdasmen ingin memastikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kebiasaan hidup sehat, dan budaya saling menghargai. Abdul Mu’ti berharap dari sekolah-sekolah yang aman dan nyaman inilah akan lahir generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.




























