Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya ke Aceh pada Rabu (29/1) menegaskan bahwa pemulihan sekolah pascabencana merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak anak atas pendidikan yang bermutu. Dalam kunjungan lapangan, Mendikdasmen meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak untuk memastikan kondisi fisik bangunan serta percepatan proses rehabilitasi.
Peninjauan dilakukan di antaranya di SMK Kesuma Bangsa, SMPN 2 Mutiara Batu, dan SMKN Baktiya, dilanjutkan ke SMPN 7 Muhammadiyah, SDN 9 Jambo Aye, hingga pemantauan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Darurat dan TK Liwaul Hamdi.
Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatera. Berdasarkan data penanganan bencana per 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan terdampak bencana.
Pemerintah berharap perbaikan kerusakan ringan dan sedang dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran baru 2026–2027. Sementara itu, sekolah yang harus direlokasi dan dibangun baru dengan jumlah ruang kelas yang besar diperkirakan memerlukan waktu lebih dari setengah tahun. Meski demikian, seluruh penanganan diharapkan dapat dilakukan pada tahun ini karena dukungan pendanaan telah tersedia dan sistem pengelolaan yang diterapkan diharapkan mampu mempercepat proses pelaksanaannya.


































