Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan karakter serta nilai toleransi menjadi bagian penting dalam arah kebijakan pendidikan nasional. Hal ini ia sampaikan dalam forum lintas agama yang digelar oleh Indonesian Conference on Religion and Peace di Jakarta, Senin (16/3).
Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menciptakan generasi yang unggul dan kompetitif.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Nilai toleransi dinilai sangat krusial, terutama di tengah keberagaman Indonesia yang kaya akan perbedaan agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Untuk itu, berbagai kegiatan lintas agama dan budaya didorong masuk ke dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya, interaksi sejak dini dalam suasana keberagaman akan membantu siswa memahami bahwa perbedaan adalah kekuatan yang harus dijaga bersama.
Mu’ti juga menegaskan pentingnya menanamkan rasa kebangsaan kepada generasi muda. Ia menyebut bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus dirawat, sehingga setiap anak memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa.
Dalam memperkuat upaya tersebut, Kemendikdasmen membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dari beragam latar belakang. Kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan pun telah dilakukan, termasuk ke Global Sevilla School dan Kolese Van Lith, sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi dan memperkuat nilai inklusivitas.
Selain itu, dialog antarumat beragama terus didorong sebagai sarana membangun saling pengertian. Lingkungan sekolah dinilai sebagai tempat strategis untuk menanamkan nilai toleransi sekaligus memperkokoh identitas kebangsaan.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap sistem pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, menghargai keberagaman, serta mampu hidup rukun di tengah masyarakat yang majemuk.





































