Pemerintah sedang menyiapkan langkah besar bagi lulusan SMK dan SMA yang ingin merantau sebagai pekerja terampil di luar negeri. Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyebut rencana pengiriman tenaga kerja lulusan sekolah menengah ini kini masuk tahap pematangan, termasuk lewat koordinasi intens dengan para duta besar.
Dalam keterangannya, Cak Imin menjelaskan bahwa ia bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, akan segera menggelar rapat dengan para dubes, baik secara online maupun langsung. Fokusnya adalah memetakan kebutuhan pasar kerja di berbagai negara dan menghitung berapa banyak tenaga kerja Indonesia minimal lulusan SMA/SMK yang bisa diserap di sektor-sektor yang menawarkan imbalan menarik, seperti industri, jasa, hingga kesehatan.
Pemerintah menegaskan hanya akan merekomendasikan pekerja dengan kualifikasi minimal lulusan SMA/SMK. Untuk itu, berbagai lembaga pelatihan, baik milik swasta maupun kementerian, sedang disiapkan untuk meng-upgrade skill calon pekerja migran. Di saat yang sama, SMK didorong memakai kurikulum dan skema sertifikasi berstandar internasional, agar kompetensi lulusan diakui di negara tujuan, misalnya di bidang pengelasan (welder), hospitality, hingga tenaga kesehatan.
Program besar ini dikemas dalam inisiatif “SMK Go Global” yang digagas Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Targetnya tidak kecil: 500.000 lulusan SMK diberangkatkan bekerja ke luar negeri dengan dukungan anggaran sekitar Rp 2,6 triliun, dengan penempatan antara lain di Jepang dan kawasan Timur Tengah.
Di tengah tantangan lapangan kerja di dalam negeri dan isu deindustrialisasi yang membuat nasib lulusan SMK kian rentan, rencana ini bisa dibaca sebagai upaya membuka jalur baru bagi tenaga muda Indonesia untuk bersaing di pasar global. Tapi di sisi lain, muncul juga pertanyaan lanjutan: bagaimana memastikan hak dan perlindungan mereka sebagai pekerja migran benar-benar terjamin, dari proses pelatihan, keberangkatan, hingga kembali ke tanah air?


























