Arah baru pengembangan pendidikan Muhammadiyah menegaskan pentingnya integrasi standar internasional dengan pembentukan karakter dan spiritualitas sebagai fondasi utama.
Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto dalam rangkaian kegiatan peletakan batu pertama Muhammadiyah Sapen Universal School Boarding di Kulon Progo pada Ahad (05/04).
Agung Danarto menyebut bahwa konsep internasional tidak semata dimaknai dari asal peserta didik, melainkan dari kualitas pendidikan yang dibangun.
“Sekolah Internasional, anak didiknya bisa dari seluruh penjuru nusantara, mungkin juga ada skema khusus untuk masyarakat Kulon Progo terutama soal pembiayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan tahap awal difokuskan pada gedung sekolah dengan estimasi biaya Rp30–35 miliar, sementara fasilitas asrama akan menyusul.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah kini memasuki fase peningkatan kualitas di abad kedua dengan mendorong Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menuju standar premium.
“Kita ingin meningkatkan dari standar umum yang sudah dikerjakan pada abad pertama, menuju standar yang jauh lebih tinggi lagi di abad kedua. Ini demi mempersiapkan kader-kader elit bangsa,” katanya.
Menurutnya, kualitas yang dibangun tidak hanya terbatas pada aspek intelektual, tetapi juga mencakup kepemimpinan dan spiritualitas. Ia menyoroti fenomena kecerdasan tanpa integritas yang kerap berujung pada praktik korupsi.
“Banyak yang pintar-pintar tapi malah terjebak korupsi. Jadi kita ingin kader Muhammadiyah yang tidak hanya kualitas intelektualnya mumpuni tapi juga spiritualitasnya di atas rata-rata,” tegasnya.
Dalam kerangka itu, nilai-nilai kenabian seperti sidik, amanah, tabligh, dan fathanah menjadi pilar utama pendidikan. Ia menjelaskan, “Sidik itu apa yang dilakukan semua hal adalah untuk mendukung aspek kebenaran… omongannya bisa dipegang dan selalu konsisten.” Untuk selengkapnya bisa dibaca di www.muhammadiyah.or.id ya lurr.




















