Siswa kelas 6 SD dan 9 SMP dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026. Pelaksanaan ini menjadi tahap kedua setelah TKA perdana untuk siswa kelas 12 SMA digelar pada November 2025. Dalam pelaksanaan awal tersebut, hasil yang diperoleh jauh dari memuaskan. Secara nasional, rata-rata nilai TKA untuk mata pelajaran wajib tidak ada yang mencapai angka 60 dari skala 0–100. Bahasa Indonesia hanya berada di rerata 55,38, Matematika 36,10, sementara Bahasa Inggris menjadi yang terendah dengan rata-rata 24,93.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa potensi nilai jeblok juga dapat terjadi pada TKA jenjang SD dan SMP. Namun, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa apa pun hasil yang muncul adalah gambaran nyata kualitas pendidikan saat ini. “Kalau memang hasilnya seperti itu (nilai jelek), ya itu gambaran kita,” ujarnya di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026. Ia menggambarkan TKA sebagai “peta” yang memberi sinyal bahwa berbagai pihak harus bersiap mengubah paradigma, terutama dalam pelatihan guru dan perbaikan proses pembelajaran.
Toni menekankan, baik nilai tinggi maupun rendah, seluruh hasil TKA tetap akan dijadikan dasar evaluasi. Pemerintah ingin melihat secara utuh bagaimana kompetensi individu peserta didik di berbagai jenjang. Untuk TKA 2026 jenjang SD/MI/Paket A maupun SMP/MTs/Paket B, mata uji difokuskan pada Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara di tingkat SMA/SMK, ruang lingkupnya lebih luas, meliputi mata pelajaran wajib dan beberapa mata pelajaran pilihan seperti Matematika lanjutan, ilmu sosial, bahasa asing, hingga projek kreatif dan kewirausahaan.
Kemendikdasmen juga telah merilis lini masa pelaksanaan TKA 2026 bagi SD dan SMP. Pendaftaran berlangsung pada 19 Januari–28 Februari 2026 disusul simulasi, gladi bersih, pelaksanaan utama, hingga pengumuman hasil pada 24 Mei 2026. Dengan jadwal yang cukup panjang ini, sekolah diharapkan dapat memanfaatkan waktu untuk memperkuat kesiapan siswa, sekaligus menjadikan TKA bukan sekadar ujian, melainkan bahan refleksi bersama tentang arah mutu pendidikan nasional ke depan.

























