Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengawali rangkaian kegiatan di Kabupaten Probolinggo dengan Senam Pagi Ceria di Lapangan Paiton bersama ribuan murid dari jenjang sekolah dasar hingga menengah, pada Sabtu (17/1). Antusiasme murid dan guru tampak menghidupkan suasana, sekaligus menjadi pembuka kegiatan revitalisasi pendidikan yang dilaksanakan di wilayah Paiton dan Banyuanyar.
Momentum tersebut dilanjutkan dengan peresmian penggunaan 26 satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo yang telah menuntaskan revitalisasi secara penuh. Peresmian yang berlangsung di SMKN 1 Banyuanyar menandai kesiapan sarana dan prasarana pendidikan untuk kembali dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran.
Dari total penerima program revitalisasi di daerah ini, sebagian besar satuan pendidikan telah menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen, sementara sisanya ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026. Program revitalisasi menyasar berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SLB, sebagai upaya menghadirkan pemerataan kualitas fasilitas pendidikan.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. Program ini akan terus berlanjut pada 2026 dengan cakupan yang lebih luas, disertai dorongan agar seluruh fasilitas yang telah diperbaiki dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
































