SIMALUNGUN – Kelompok Kerja Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja PAUD) Kabupaten Simalungun menggelar kegiatan Parenting Education yang menghimpun sekitar 200 orang tua, guru, serta pemangku kepentingan pendidikan di TK Sisalana Laras. Kegiatan ini bertujuan menguatkan kolaborasi antara rumah dan sekolah dalam membentuk generasi emas Simalungun yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara orang tua dan pendidik dalam menyamakan persepsi tentang pola asuh, stimulasi perkembangan anak, serta pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi materi, diskusi kelompok, hingga tanya jawab bersama narasumber.
Ketua Pokja PAUD Simalungun dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan penuh dari keluarga. “Sekolah dan orang tua harus berjalan seiring. Anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga pola asuh yang tepat akan memperkuat nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber memaparkan berbagai materi, mulai dari pentingnya komunikasi positif dengan anak, penguatan karakter melalui keteladanan, hingga strategi membangun kebiasaan belajar yang menyenangkan di rumah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tantangan pengasuhan di era digital serta cara bijak mendampingi anak dalam penggunaan gawai.
Salah satu orang tua peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami jadi lebih memahami bagaimana mendampingi anak dengan sabar dan konsisten, serta pentingnya bekerja sama dengan guru,” katanya.
Melalui Parenting Education ini, Pokja PAUD Simalungun berharap tercipta sinergi yang berkelanjutan antara sekolah dan keluarga. Kolaborasi yang kuat diyakini menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi emas Simalungun yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia, kemandirian, serta kepedulian sosial.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Simalungun. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, diharapkan lahir generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur budaya dan moral.





































