Upaya peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan hasil nyata melalui partisipasi semesta seluruh pemangku kepentingan. Berbagai program strategis dijalankan secara simultan, mulai dari revitalisasi ratusan sekolah, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pendampingan guru, hingga penguatan pendidikan vokasi sebagai penopang perekonomian daerah.
Pemerintah Provinsi Sultra mencatat, ratusan satuan pendidikan telah mendapatkan program revitalisasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sarana prasarana sekolah. Revitalisasi ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.
Seiring dengan itu, transformasi digital di sektor pendidikan juga terus digenjot. Ribuan sekolah di Sultra kini telah menggunakan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi di kelas, mendorong kreativitas siswa, serta membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Dalam aspek sumber daya manusia, guru-guru di Sultra mendapatkan pendampingan berkelanjutan melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Pendampingan tersebut meliputi penguatan metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta evaluasi pembelajaran agar kualitas pengajaran semakin merata di seluruh wilayah.
Selain itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus diperluas penerapannya sebagai salah satu acuan pengukuran capaian prestasi peserta didik. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan gambaran objektif terhadap mutu pembelajaran sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
Pendidikan vokasi juga menjadi perhatian utama. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disiapkan sebagai tulang punggung penguatan ekonomi daerah dengan menyesuaikan kurikulum terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. SMK di Sultra juga diarahkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis, baik melalui penyediaan tenaga terampil, pengolahan pangan, maupun rantai pasok lokal.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, guru, dunia usaha, dan masyarakat. Partisipasi semesta inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai langkah konkret tersebut, Sultra optimistis mampu mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus menjadikan pendidikan sebagai penggerak utama pembangunan daerah.























