Senin, 26 Januari 2026, dunia pendidikan Indonesia menandai sebuah momen yang disebut Mendikdasmen sebagai “sejarah baru” dalam pelaksanaan upacara bendera di sekolah. Untuk pertama kalinya, upacara di satuan pendidikan diwarnai dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, sebuah rumusan singkat berisi lima janji utama yang diharapkan menjadi pegangan generasi muda.
Dalam amanatnya saat memimpin upacara di Kabupaten Banjarnegara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa ikrar ini merupakan turunan langsung dari pesan Presiden Prabowo ketika meluncurkan program IFP atau digitalisasi pembelajaran. Presiden, kata Mu’ti, mengamanatkan agar pelajar Indonesia tumbuh sebagai generasi yang tekun belajar, menghormati orang tua, menaruh hormat kepada guru, menjaga kerukunan dengan teman, dan memiliki nasionalisme yang kuat terhadap Tanah Air.
Lima pesan itu kemudian dirumuskan dalam bentuk ikrar yang dibaca bersama: pelajar Indonesia berjanji untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mencintai ayah dan ibu, menghargai guru, hidup rukun dengan sesama teman, serta menumbuhkan kecintaan pada Indonesia sebagai Tanah Air. Mu’ti menekankan, ikrar tersebut tidak diniatkan sekadar sebagai teks seremonial yang diulang setiap Senin pagi, melainkan nilai yang harus diinternalisasi, menjadi landasan perilaku dan sumber inspirasi untuk selalu berbuat dan menjadi yang terbaik.
Ia juga mengaitkan pelaksanaan ikrar dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang bersih, rapi, tertib, dan membuat warga sekolah merasa betah berada di dalamnya. Dalam kerangka itu, upacara bendera dipandang bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai ruang pembiasaan disiplin, latihan kepemimpinan, dan penguatan karakter.
Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden dalam rapat kabinet sebelumnya berpesan agar upacara bendera diselenggarakan secara rutin dan tertib untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air serta tekad berbuat bagi kepentingan bangsa, bukan hanya untuk diri sendiri. Ia berharap, dengan menggabungkan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, pelaksanaan upacara yang konsisten, serta budaya sekolah yang aman dan nyaman, satuan






















