Kamis, 29 Januari 2026, pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Rabu (28/1) malam untuk membahas laporan terkini sejumlah titik baru pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dalam pertemuan itu, selain mengevaluasi progres fisik, keduanya juga membicarakan agenda penting yang akan menentukan arah masa depan para lulusannya.
Teddy menjelaskan, salah satu pokok pembahasan adalah rencana kerja sama Sekolah Rakyat dengan universitas-universitas dalam negeri dan berbagai sekolah kedinasan. Kolaborasi ini diharapkan menjadikan Sekolah Rakyat sebagai “gudang ilmu” bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal berkualitas. Dengan adanya jejaring kampus dan kedinasan, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki jalur yang lebih jelas untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan karier di masa depan.
Teddy mengutip tujuan besar Presiden Prabowo, yakni memutus mata rantai kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan dan pemenuhan gizi. Ia menyampaikan kembali pesan tegas Presiden bahwa “orang miskin tidak boleh mewariskan kemiskinan kepada anak-anaknya”, sehingga negara wajib hadir menjamin hak atas pendidikan yang layak dan kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, pemerintah menegaskan komitmen memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara bertahap dan terukur, salah satunya melalui penguatan Sekolah Rakyat, pembukaan peluang ke perguruan tinggi dalam negeri dan sekolah kedinasan, serta pemenuhan kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari.


































