Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Salah satu langkah awal yang telah disiapkan adalah pengalokasian anggaran untuk penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Penyiapan anggaran AMDAL ini menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat, guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan lingkungan hidup dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa peningkatan fasilitas pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek kelestarian lingkungan serta dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Selain AMDAL, Pemkab Bangka Tengah juga tengah mempersiapkan berbagai dokumen pendukung lainnya, termasuk kajian teknis dan perencanaan lokasi, agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan tepat sasaran. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sarana pendidikan yang inklusif dan ramah bagi kelompok masyarakat rentan, sekaligus menjadi pusat pembinaan karakter, keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap, dengan perencanaan yang matang sejak awal, Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan berkualitas di Bangka Tengah. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan dan tata ruang wilayah.
Melalui komitmen penganggaran dari APBD hingga penyusunan dokumen lingkungan, Pemkab Bangka Tengah menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan dilakukan secara terencana, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang demi masa depan generasi muda daerah.

























