Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di tingkat SMP guna menangkal perekrutan geng motor, terutama pada siswa kelas 9 yang dinilai paling rentan.
Langkah ini dilakukan melalui kegiatan rutin setiap Jumat yang difokuskan pada pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pemahaman nilai kebangsaan. Program tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk memperkuat materi dan pendekatan pembinaan di sekolah.
Selain itu, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) diperkuat untuk mendeteksi dini perubahan perilaku siswa yang berpotensi mengarah pada pergaulan berisiko. Orang tua pun dilibatkan secara aktif agar pengawasan dan pembinaan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Pemkot menegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya berfokus pada capaian akademik. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga remaja tetap aman, kritis dalam memilih pergaulan, serta tidak mudah terbujuk ajakan bergabung dengan geng motor. Dengan sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan keluarga, diharapkan siswa dapat tumbuh sebagai generasi yang berkarakter kuat dan bertanggung jawab.






























