Mendidik anak di era digital dinilai tidak lagi relevan jika hanya berfokus pada upaya menjauhkan anak dari gawai. Tantangan utama saat ini justru terletak pada bagaimana orang tua dan pendidik membekali anak dengan kemampuan empati, komunikasi yang hangat, disiplin positif, serta nilai-nilai rohani sebagai fondasi karakter.
Dengan bekal tersebut, anak diharapkan mampu bersikap bijak dalam menghadapi derasnya arus informasi digital. Anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memilah konten yang bermanfaat dan berani mengabaikan informasi yang tidak sesuai dengan nilai kebaikan.
Pendekatan pendidikan berbasis karakter ini dinilai penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kritis, bertanggung jawab, dan memiliki ketahanan moral di tengah kemajuan teknologi. Peran keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini, sehingga anak mampu memanfaatkan teknologi digital secara sehat dan produktif.































