Remaja membutuhkan lebih dari sekadar nasihat singkat seperti “jangan nakal” untuk menghadapi tantangan masa tumbuh kembang. Kompleksitas persoalan remaja, mulai dari kesehatan reproduksi, pergaulan, hingga penyalahgunaan narkoba, menuntut pendekatan yang lebih terbuka, aman, dan solutif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) hadir di lingkungan sekolah sebagai ruang aman bagi remaja untuk berdiskusi, belajar, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.
PIK-R memberikan layanan informasi dan konseling yang bersifat edukatif dan preventif. Melalui pendampingan guru pembina, konselor sebaya, serta tenaga terkait, remaja diajak memahami perubahan fisik dan psikologis, membangun relasi pergaulan yang sehat, serta mengenali risiko perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Remaja sering kali enggan bercerita kepada orang dewasa. PIK-R hadir untuk menjembatani kebutuhan mereka agar bisa didengar tanpa dihakimi,” ujar salah satu pembina PIK-R di sekolah.
Keberadaan PIK-R di sekolah juga berperan penting dalam membentuk karakter dan ketahanan remaja. Dengan pendekatan dialogis dan partisipatif, siswa didorong untuk berani mengungkapkan masalah, saling mendukung, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Selain itu, PIK-R menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai persoalan sosial yang kerap menimpa remaja, seperti pergaulan bebas, kekerasan, hingga penyalahgunaan zat adiktif. Edukasi yang diberikan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan remaja, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Dengan hadirnya PIK-R di sekolah, diharapkan remaja tidak lagi menghadapi masalah sendirian. Lebih dari sekadar larangan, PIK-R menjadi wadah pendampingan yang membantu remaja tumbuh sehat, berdaya, dan siap menghadapi masa depan.
































