“Kamis, 8 Januari 2026, polemik pembagian rapor di SDN Gladak Anyar 2, Pamekasan, terus memanjang. Sebanyak 60 siswa kelas IV-A dan IV-B tercatat belum menerima rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, dan kondisi ini memantik keluhan dari para orang tua murid yang merasa resah dengan ketidakpastian hasil belajar anak-anak mereka.
Persoalan ini tidak berhenti di ruang kelas, tetapi sudah menarik perhatian Komisi IV DPRD Pamekasan. Anggota Komisi IV, Abd. Rasyid Fansori, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi resmi dari sekolah dan menargetkan agar rapor sudah harus dibagikan pada minggu kedua. Ia menekankan pentingnya kepastian bagi siswa dan orang tua, karena rapor menjadi rujukan utama untuk memantau perkembangan akademik.
Kepala SDN Gladak Anyar 2, Hosnol Rachman, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran. Menurutnya, keterlambatan tidak lepas dari kendala teknis dalam penyempurnaan nilai yang dikirim guru bidang studi. Ia menyampaikan, setelah proses perbaikan nilai dan kelengkapan data tuntas, rapor akan segera diserahkan kepada siswa tanpa ditunda lagi.
Wali kelas IV-A, Putri Dwi Febrianti, memaparkan bahwa rapor sebenarnya sudah dicetak dan sempat dibagikan pada jadwal pembagian. Namun, sejumlah siswa menolak menerima karena menemukan nilai yang dianggap tidak sesuai bahkan ada kolom nilai yang masih kosong. Situasi ini membuat guru dan pihak sekolah harus menarik kembali rapor untuk diperbaiki agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih jauh.
Putri menambahkan, nilai dari guru mata pelajaran sebenarnya sudah masuk, tetapi deskripsi penilaian belum lengkap. Saat diminta revisi, deskripsi yang dikirim berikutnya justru kembali dinilai tidak sesuai sehingga memerlukan penyelarasan ulang. Kondisi inilah yang memperlambat finalisasi rapor dan memicu kesan seolah guru saling lempar tanggung jawab.
Di tengah sorotan publik dan pengawasan DPRD, sekolah diharapkan segera menuntaskan proses pembenahan data nilai dan deskripsi penilaian. Orang tua menunggu kepastian, sementara siswa membutuhkan rapor sebagai gambaran capaian belajar mereka di semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.”





































