Gerakan Gerakan Pramuka di wilayah DKI Jakarta terus bertransformasi dengan mengembangkan konsep Urban Sustainability Education (USE) sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang peduli lingkungan dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa setiap sudut kota dapat menjadi laboratorium hidup bagi para pelajar untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan.
Melalui pendekatan Urban Sustainability Education, para anggota Pramuka didorong untuk terlibat langsung dalam berbagai aksi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan. Kegiatan tersebut di antaranya meliputi program urban farming untuk mendukung ketahanan pangan di kawasan perkotaan, pengelolaan sampah berkelanjutan, hingga pengembangan inovasi seni yang ramah lingkungan.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori, tetapi juga pada praktik langsung di lapangan. Dengan demikian, para pelajar dapat mengembangkan keterampilan masa depan seperti kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan kota.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang tangguh, inovatif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan Gerakan Pramuka, pelajar Jakarta diharapkan dapat terus bergerak menjadi generasi yang aktif berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.




































