Kasus keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, puluhan siswa hingga guru di wilayah Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaporkan mengalami gejala keracunan.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan terkait gejala keracunan diterima pihaknya pada Selasa (20/1) sejak pukul 16.30 WIB.
Menurut Nur Hadiyanto, para siswa dan guru yang terdampak sebelumnya mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah. Setelah itu, sejumlah penerima makanan mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya.
“Laporan kami terima sore hari. Setelah mendapat informasi, kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas, dan instansi terkait untuk penanganan awal,” ujarnya.
Sebagian siswa dan guru yang mengalami keluhan ringan mendapat penanganan di fasilitas kesehatan terdekat, sementara lainnya menjalani observasi mandiri. Hingga kini, tidak dilaporkan adanya korban dalam kondisi kritis, namun pemantauan kesehatan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi para korban stabil.
Disdikpora Kulon Progo bersama instansi terkait juga telah melakukan langkah-langkah penelusuran untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel makanan MBG serta proses distribusi dan pengolahan makanan dilakukan guna memastikan standar keamanan pangan.
Nur Hadiyanto menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa serta tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak penyedia dan instansi terkait untuk memastikan seluruh proses sesuai dengan standar yang ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, Disdikpora Kulon Progo mengimbau masyarakat, khususnya pihak sekolah dan orang tua, untuk tetap tenang serta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang terkait penyebab kejadian tersebut.





































