Belum tuntas kejadian dugaan keracunan akibat menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Jatisrono, dugaan keracunan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Ngadirojo.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri memberikan perhatian serius atas adanya ratusan siswa yang diduga mengalami gejala memgarah keracunan.
Dalam waktu dekat, Pemkab Wonogiri berencana untuk menggelar rapat koordinasi demi memastikan pelaksanaan program MBG sesuai dengan SOP. Bupati Setyo Sukarno mengatakan berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan yang diterimanya pada Rabu (14/1/2026) malam, ada ratusan siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Ngadirojo yang diduga mengalami gejala mengarah keracunan usai menyantap menu MBG.
“Dari laporan Dinkes hingga Rabu pukul 20.00 ada 194 siswa (yang diduga mengalami keracunan,red),” ujar Setyo Kamis (15/1/2026). Ada sejumlah keluhan kesehatan yang dialami siswa. Diantaranya mual, pusing, muntah dan diare.
Dinkes Wonogiri juga diterjunkan ke Ngadirojo untuk melakukan investigasi di lapangan. Bupati Setyo juga menegaskan, dalam pelaksanaan MBG SOP harus dipatuhi dengan maksimal.
Hal itu demi mencegah terjadinya keracunan dari menu MBG. “Kita tekankan soal SOP. Perlu diverifikasi juga apakah dapur sudah memenuhi standar atau belum. Bagaimana penyajiannya. Termasuk apakah sudah memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) atau belum,” beber Setyo.
Atas adanya dua kejadian dugaan keracunan akibat menu MBG di Kecamatan Jatisrono dan Ngadirojo, Bupati berencana bakal menggelar rakor bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak terkait.
Ditemui terpisah, Wabup Imron Rizkyarno mengatakan Dinkes telah turun ke Ngadirojo untuk melakukan investigasi. Dia juga berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG atas kejadian itu.




































