Pemerintah terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan vokasi melalui program revitalisasi dan digitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kawasan Timur Indonesia. Langkah ini tidak sekadar membangun gedung baru, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun harapan baru bagi generasi muda.
Sebanyak 389 SMK telah direvitalisasi untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran. Selain itu, 1.972 SMK menerima program Peralatan Interaktif Digital (PID) guna mendorong proses belajar yang lebih modern, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program ini menyasar wilayah luas, mulai dari Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Pemerintah memastikan bahwa setiap siswa di daerah tersebut mendapatkan akses pendidikan yang layak, aman, dan nyaman. Ruang kelas diperbaiki, laboratorium diperbarui, serta fasilitas praktik disesuaikan dengan kebutuhan industri masa kini.
Revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga sistem pembelajaran. Dengan dukungan perangkat digital interaktif, guru dapat menghadirkan materi secara lebih menarik dan kolaboratif. Siswa pun didorong untuk lebih aktif, kritis, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun wirausaha.
Transformasi ini menjadi bukti komitmen bahwa pendidikan bermutu bukan lagi sebuah privilese yang hanya dinikmati sebagian kalangan. Pendidikan berkualitas adalah hak seluruh anak bangsa, tanpa memandang letak geografis.
Melalui penguatan SMK di Kawasan Timur Indonesia, pemerintah berharap lahir lulusan vokasi yang kompeten, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerahnya masing-masing. Revitalisasi dan digitalisasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang lebih inklusif dan maju.



































