Program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Rembang resmi diresmikan oleh Wakil Menteri Pendidikan, Fajar, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Revitalisasi ini menghadirkan ruang praktik yang lebih modern, ruang kelas yang lebih layak, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Dalam peresmian tersebut, Wamen Fajar menegaskan bahwa revitalisasi SMK tidak sekadar memperbarui bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Fasilitas praktik yang diperbarui dirancang agar mendekati standar industri, sehingga siswa dapat berlatih menggunakan peralatan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Pihak sekolah menyambut positif perubahan ini. Ruang praktik yang sebelumnya terbatas kini dilengkapi sarana modern yang mendukung pembelajaran berbasis kompetensi. Kelas yang lebih tertata dan nyaman juga dinilai meningkatkan konsentrasi serta motivasi belajar siswa. Lingkungan sekolah yang aman dan bersih turut menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Dampak revitalisasi mulai dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka mengaku lebih betah berada di sekolah dan semakin percaya diri dalam mengasah keterampilan vokasi. Dengan fasilitas yang memadai, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan teknis, kreativitas, dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja maupun wirausaha.
Revitalisasi SMK di Rembang ini juga diharapkan memperkuat keterkaitan antara sekolah dan dunia usaha serta dunia industri. Melalui kurikulum dan sarana yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui wirausaha berbasis kompetensi.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program revitalisasi SMK di berbagai daerah. Dengan pendidikan vokasi yang berkualitas dan relevan, SMK diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi daerah.




































