Jakarta – Tim peneliti dari Universitas Indonesia (UI) melakukan studi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lima sekolah dasar di Jakarta. Hasilnya menunjukkan sejumlah temuan yang dinilai perlu menjadi perhatian.
Penelitian yang dilakukan pada pertengahan 2025 itu menemukan distribusi makanan belum berjalan konsisten. Di beberapa sekolah, makanan datang terlalu pagi sehingga sudah dingin saat dikonsumsi. Di tempat lain, makanan justru tiba menjelang siang dan mengganggu jadwal belajar.
Tim peneliti juga mencatat keterlibatan orang tua dalam membantu pembagian makanan, mulai dari mendistribusikan ke kelas hingga mengumpulkan kembali wadah makan. Hal ini terjadi karena keterbatasan tenaga dan kondisi bangunan sekolah yang bertingkat.
Temuan lain yang cukup menonjol adalah banyak siswa tidak menghabiskan makanan yang disediakan. Beberapa siswa mengaku sudah kenyang, belum lapar, atau kurang menyukai menu yang disajikan.
Hasil riset ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG ke depan bisa lebih efektif dan tepat sasaran dalam meningkatkan asupan gizi siswa sekolah dasar.





























