Implementasi Super Aplikasi Rumah Pendidikan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen di SD Negeri 020 Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menunjukkan dampak nyata bagi literasi digital siswa di wilayah 3T.
Dari 328 siswa, sebanyak 155 siswa (47,2 persen) telah aktif menggunakan fitur Ruang Murid. Siswa yang sebelumnya kesulitan mengoperasikan perangkat digital kini mampu membuka aplikasi, mengakses materi, dan belajar mandiri. Laboratorium komputer pun berubah menjadi ruang belajar yang aktif dan interaktif.
Guru SDN 020 Sepaku, Syarinah, menyebut perubahan terjadi cepat melalui pendampingan terstruktur. Aplikasi dimanfaatkan dua kali sebulan dengan durasi 2 x 35 menit, melibatkan 16 guru yang mengeksplorasi fitur seperti Lab Maya, Buku Digital, Game Interaktif, dan modul penguatan karakter.
Sekolah menargetkan tingkat adopsi meningkat hingga 80 persen semester depan melalui penguatan infrastruktur dan pendampingan guru.
Kepala Pusdatin, Yudhistira Nugraha, menilai Rumah Pendidikan menjadi bagian strategi pembelajaran inklusif untuk menekan angka putus sekolah, terutama di daerah terpencil.
Pengalaman SDN 020 Sepaku membuktikan digitalisasi bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi juga upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan menuju generasi unggul Indonesia Emas.






























