Para guru di SD Negeri Dayah Tanoh memilih menyambut tahun ajaran baru dengan aksi gotong royong membersihkan lumpur sisa banjir, sehari sebelum siswa kembali ke sekolah. Tahun ajaran baru di Pidie pun dibuka dengan pelajaran karakter: tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan.
Sehari sebelum siswa kembali ke ruang kelas, halaman sekolah masih dipenuhi lumpur sisa hujan deras. Namun para guru tidak menunggu bantuan atau kondisi benar-benar pulih. Dengan sapu, cangkul kecil, dan ember, mereka bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah sejak pagi. Bagi para guru, membersihkan sekolah bukan sekadar pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari pendidikan itu sendiri.
Upaya itu menjadi pesan sunyi namun kuat bagi para siswa. Ketika hari pertama sekolah dimulai, halaman yang bersih menyambut langkah-langkah kecil mereka. Aulia, siswa kelas IV, mengaku senang kembali ke sekolah. “Sekarang tidak becek lagi, kami bisa belajar dengan nyaman,” katanya.
Orang tua murid pun merasakan dampaknya. Nurhayati, wali siswa, menilai apa yang dilakukan para guru sebagai pendidikan karakter yang sesungguhnya. “Anak-anak belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari contoh. Ini yang membuat kami sebagai orang tua merasa yakin,” ujarnya.




































