Temanggung, 25 Februari 2026 – SD Muhammadiyah 1 Temanggung resmi memutuskan untuk berhenti menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kembali menerima makanan yang diduga dalam kondisi basi. Pasokan makanan tersebut diketahui didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti.
Keputusan ini diambil menyusul insiden kedua kalinya sekolah menerima makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Pihak sekolah mengaku tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan para siswa.
Kepala sekolah menyampaikan kekecewaannya atas kejadian berulang tersebut. “Saya tetap akan menolak. Sudah trauma saya karena ini sudah kejadian yang kedua,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (25/2/2026).
Menurut keterangan pihak sekolah, pada temuan terakhir terdapat makanan yang berbau tidak sedap dan kualitasnya diragukan saat hendak dibagikan kepada siswa. Beruntung, makanan tersebut tidak sempat dikonsumsi setelah guru dan petugas sekolah melakukan pengecekan lebih dahulu.
Sekolah menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, meskipun program MBG bertujuan baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak, pihak sekolah memilih menghentikan sementara partisipasi hingga ada jaminan kualitas dan pengawasan distribusi yang lebih ketat.
Pihak sekolah juga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan oleh penyedia layanan. Evaluasi tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di sekolah tersebut maupun di sekolah lain yang menjadi penerima program.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Giyanti terkait insiden tersebut.


























