Pemerintah Uni Emirat Arab menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setiap hari Jumat sepanjang Ramadan bagi sekolah negeri. Selain pengurangan jam belajar, aturan ini diumumkan oleh Kementerian Pendidikan UEA dan mulai diberlakukan pada Rabu, 18 Februari 2026.
Program bertajuk Ramadan with the Family kembali dijalankan tahun ini. Melalui kebijakan tersebut, para siswa sekolah negeri akan belajar dari rumah setiap Jumat selama bulan suci. Namun, pengecualian diberikan kepada siswa yang telah dijadwalkan mengikuti ujian pada hari tersebut. Mereka tetap diwajibkan hadir ke sekolah sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Kementerian menyatakan akan segera merilis panduan lengkap untuk mendukung pelaksanaan PJJ. Panduan itu mencakup kegiatan pembelajaran dan aktivitas ekstrakurikuler berbasis kurikulum, yang tidak hanya menunjang capaian akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai Ramadan serta mendorong kebersamaan keluarga.
Sementara siswa belajar dari rumah, guru dan staf sekolah tetap menjalankan tugas di lingkungan sekolah setiap Jumat. Orang tua diberi pilihan untuk menjemput anak mereka secara langsung dengan tanggung jawab transportasi ditanggung masing-masing keluarga.
Kebijakan ini menjadi tahun kedua berturut-turut PJJ Jumat selama Ramadan diterapkan di UEA. Sebelumnya, Pemerintah Dubai juga memberlakukan sistem kerja fleksibel dan kerja jarak jauh bagi pegawai negeri selama Ramadan guna mendukung kenyamanan beribadah.
Sekolah di Arab Saudi Tetap Beroperasi
Berbeda dengan UEA, pemerintah Arab Saudi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama Ramadan 2026. Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan kebijakan tersebut melalui pedoman resmi terkait kehadiran siswa dan penyesuaian jadwal sekolah.
Selama Ramadan, jam masuk sekolah diundur agar siswa memiliki waktu istirahat lebih panjang sebelum memulai aktivitas. Durasi tiap mata pelajaran dan waktu jeda istirahat juga disesuaikan untuk mengurangi kelelahan saat berpuasa.
Meski ada penyesuaian jadwal, sekolah tidak diliburkan. Diperkirakan siswa tetap menjalani sekitar 11 hari efektif pembelajaran selama Ramadan, mengingat sebagian periode tersebut beririsan dengan masa libur. Libur Idulfitri dijadwalkan dimulai setelah hari sekolah pada 6 Maret 2026 dan berakhir pada 28 Maret 2026.
Otoritas pendidikan Saudi juga menegaskan penerapan pengawasan kehadiran secara ketat. Ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas atau yang terjadi berulang kali akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.




























