Dalam kerangka visi Indonesia Emas 2045, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama untuk memanfaatkan bonus demografi serta mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan digital secara berkelanjutan. Pemerintah menempatkan penguatan kualitas manusia sebagai kunci agar Indonesia mampu bersaing dan tumbuh sebagai bangsa maju pada satu abad kemerdekaan.
Bonus demografi yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif dipandang sebagai peluang besar sekaligus tantangan. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, potensi tersebut justru berisiko tidak optimal. Oleh karena itu, perlu sistem pendukung yang mampu memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, mendapatkan akses terhadap pendidikan dan layanan dasar yang berkualitas.
Dalam konteks inilah kehadiran Sekolah Rakyat diposisikan sebagai strategi penting dalam pembangunan SDM nasional. Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai ekosistem pemberdayaan yang memberikan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pembinaan keterampilan secara berkelanjutan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan memastikan anak-anak dari kelompok rentan memperoleh kesempatan belajar yang setara. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, serta mendorong partisipasi aktif dalam transformasi digital dan ekonomi.
Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat sejalan dengan agenda besar pembangunan nasional, yakni menciptakan manusia Indonesia yang unggul, sehat, berdaya saing, dan berkarakter. Dengan dukungan lintas sektor dan keberlanjutan program, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama agar bonus demografi benar-benar berubah menjadi kekuatan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


























