Sekolah Rakyat menghadirkan pendekatan baru dalam sistem penerimaan peserta didik dengan tidak lagi mengandalkan tes akademik sebagai alat seleksi utama. Sebagai gantinya, Sekolah Rakyat menggunakan tes DNA talenta berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan potensi, minat, dan bakat anak sejak tahap awal.
Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap anak diterima dan dibina berdasarkan keunikan serta potensi alaminya, bukan semata-mata kemampuan akademik konvensional. Melalui teknologi AI, tes DNA talenta mampu menganalisis kecenderungan kemampuan siswa di berbagai bidang, mulai dari kecerdasan kognitif, kreativitas, kepemimpinan, hingga karakter dan minat belajar.
Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan kurikulum yang bersifat personal dan adaptif. Setiap siswa akan mendapatkan pola pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi masing-masing, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif, relevan, dan bermakna. Pendekatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan perkembangan peserta didik secara menyeluruh, baik akademik maupun nonakademik.
Selain sistem seleksi dan kurikulum yang inovatif, Sekolah Rakyat juga menerapkan sistem asrama 24 jam. Melalui sistem ini, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan pembinaan karakter yang terintegrasi. Seluruh aspek kehidupan siswa, mulai dari pendidikan, pengasuhan, hingga pembentukan kepribadian, dipantau dan dibimbing secara berkelanjutan.
Dalam sistem asrama tersebut, kebutuhan dasar siswa menjadi perhatian utama. Aspek gizi, kesehatan, dan pembinaan karakter dijaga secara ketat untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Pola makan bergizi seimbang, layanan kesehatan rutin, serta pembiasaan nilai-nilai disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab menjadi bagian dari keseharian siswa.
Model pendidikan Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi anak-anak yang memiliki potensi besar namun kerap terhambat oleh keterbatasan ekonomi atau sistem seleksi konvensional. Dengan memadukan teknologi AI, kurikulum personal, dan sistem asrama terpadu, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Pendekatan ini sekaligus menandai transformasi pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada potensi individu, sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

































