Jakarta — Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi program pendidikan yang telah berjalan sebelumnya. Ia memastikan seluruh program strategis di bidang pendidikan tetap dilanjutkan, bahkan diperkuat.
Menurut Teddy, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesinambungan kebijakan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. “Seluruh program strategis pendidikan dari periode sebelumnya tetap berjalan, tidak ada yang dihentikan, bahkan diperkuat,” tegasnya.
Salah satu contoh nyata komitmen tersebut adalah keberlanjutan Program Indonesia Pintar (PIP) yang terus disalurkan kepada peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin. Pada tahun 2025, PIP telah menjangkau tidak kurang dari 19 juta murid di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah.
Teddy menambahkan, penguatan gizi melalui Program MBG justru berjalan seiring dengan perluasan akses pendidikan. Pemerintah memandang kedua program tersebut sebagai langkah strategis yang saling melengkapi dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk memastikan peserta didik memperoleh asupan nutrisi yang cukup, sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Sementara itu, Program Indonesia Pintar tetap menjadi instrumen utama dalam menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Untuk informasi lebih lengkap, masyarakat dapat menyimak penjelasan resmi melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI pada tautan berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=uaaaOCI8jzo





























