Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah genap setahun berjalan di sekolah-sekolah tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan pelajar dari keluarga sederhana. Uang jajan yang sebelumnya habis untuk membeli makan siang kini dapat disisihkan dan ditabung. Dampak tersebut tampak jelas ketika Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis 8 Januari 2026. Dalam dialog dengan siswa, Nanik mendengar pengakuan salah satu siswi yang kini bisa menabung hingga Rp 15 ribu per hari sejak memperoleh makan bergizi di sekolah. Siswi itu tampak berbisik kepada Nanik dan mendapat pelukan hangat, dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan betapa besar arti keringanan tersebut bagi dirinya. Cerita serupa disampaikan Muhammad Rosid Sumbus, siswa kelas XI di sekolah yang sama, yang mengaku dapat menyimpan hingga Rp 20 ribu per hari karena tidak perlu lagi membeli makanan. Ia merasakan kenyamanan dan peningkatan konsentrasi belajar karena mendapat makanan yang enak, sehat, dan disajikan dengan bersih. Rosid menilai program MBG sangat penting, bukan hanya karena membantu siswa menabung, tetapi juga memastikan mereka mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Badan Gizi Nasional atas program ini, serta berharap ke depan paket MBG dapat dilengkapi dengan penyediaan air minum agar menu yang diterima siswa semakin lengkap dan mendukung aktivitas belajar mereka sepanjang hari.



































