Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 semakin dekat dan pemerintah mengingatkan agar siswa tidak sekadar menunggu hari-H. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menekankan pentingnya mengikuti simulasi TKA bagi siswa SD dan SMP. Menurutnya, melalui simulasi, siswa bisa mengenal lebih awal bentuk soal, terutama Matematika yang banyak menguji logika dan cara berpikir kritis. Ketika sudah terbiasa dengan model pertanyaan dan alur pengerjaan, peluang meraih nilai lebih tinggi akan jauh lebih besar.
Saat meninjau langsung kesiapan pelaksanaan TKA di sejumlah sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali, Fajar tidak hanya memeriksa infrastruktur dan teknis pelaksanaan, tetapi juga berdialog dengan para siswa. Ia menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar alat menakut-nakuti siswa dengan angka nilai. Soal-soal TKA disusun agar lebih kritis, logis, dan aplikatif, sehingga bisa benar-benar memotret kemampuan berpikir dan pemahaman konsep, bukan hanya hafalan.
Fajar juga menegaskan bahwa hasil TKA tidak akan menentukan kelulusan. Sebaliknya, data TKA akan dimanfaatkan sebagai salah satu indikator penting dalam seleksi jalur prestasi ke jenjang berikutnya dan sebagai alat verifikasi atas capaian belajar yang tertulis di rapor siswa. Tahun 2026 ini, TKA dilaksanakan berbasis komputer untuk siswa kelas 6 SD dan 9 SMP. Jadwal TKA SMP direncanakan pada 6–16 April 2026, sementara TKA SD berlangsung 20–30 April 2026. Hasilnya akan diolah pada 18–23 Mei dan diumumkan pada 24 Mei 2026, lengkap dengan deskripsi capaian yang bisa menjadi panduan perbaikan belajar ke depan. Dengan begitu, TKA bukan lagi sekadar angka, melainkan cermin untuk membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensinya.















