Pada Rabu, 7 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan SLB-B Karya Mulia sebagai Sekolah Luar Biasa Negeri pertama di Kota Surabaya yang secara khusus melayani peserta didik tunarungu dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sekolah ini sebelumnya berstatus swasta dan dikelola yayasan, lalu resmi dialihkan pengelolaannya kepada Pemprov Jatim setelah seluruh proses administrasi, aset, dan legalitas dinyatakan tuntas.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang menegaskan bahwa hadirnya SLB negeri di Surabaya diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Dalam sambutannya, Khofifah menyoroti pentingnya layanan yang komprehensif, mulai dari pendidikan dasar hingga persiapan menuju dunia kerja, agar peserta didik tidak hanya memperoleh keterampilan akademik, tetapi juga kemandirian dan kepercayaan diri.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi tujuh SLB lain di berbagai daerah, antara lain di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, serta wilayah Malang Raya. Perbaikan tersebut meliputi penataan ruang belajar, peningkatan sarana prasarana, hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran yang lebih ramah disabilitas.
Khofifah turut menekankan pentingnya deteksi dini disabilitas dan menyampaikan rencana pengembangan pusat riset yang bekerja sama dengan rumah sakit rujukan, sehingga layanan pendidikan dan layanan kesehatan dapat terhubung secara lebih kuat. Jawa Timur saat ini memiliki sekitar 147 SLB negeri dan kurang lebih 1.500 SLB swasta, dan pemerintah daerah berharap kehadiran SLB-B Karya Mulia sebagai sekolah negeri pertama di Surabaya dapat menjadi model penguatan layanan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah perkotaan.




































