“Pengelolaan sampah mandiri di sekolah-sekolah Kota Jogja kini makin digencarkan lewat Gerakan Jogja Berhati Nyaman yang melibatkan pelajar, guru, dan seluruh warga sekolah untuk menekan volume sampah harian. Gerakan ini dilaksanakan serentak setiap Jumat Wage di seluruh satuan pendidikan dan instansi pemerintahan, dengan aksi resik-resik di lingkungan sekolah, jalan, hingga aliran sungai.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, menegaskan program ini dirancang untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini melalui praktik langsung di lingkungan belajar. “Tujuan utamanya adalah membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kerja bersama ini, kami berharap Jogja semakin nyaman, indah, bersih, sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter anak-anak agar terbiasa menjaga kebersihan,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Budi, seluruh warga sekolah di Kota Jogja wajib ikut resik-resik secara kolektif sebagai bagian dari pembiasaan, sekaligus memperkuat citra Jogja sebagai kota yang aman, asri, dan tertata. Ia menambahkan, gerakan ini bersifat memotivasi agar kualitas Kota Jogja yang sudah baik semakin tercermin dari sarana prasarana yang bersih, aman, dan indah.
Implementasi pengelolaan sampah mandiri juga terlihat di SMP Negeri 6 Jogja melalui Gerakan Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang melibatkan guru, karyawan, dan siswa. Kepala SMPN 6 Jogja, Dwi Isnawati, menjelaskan, pengelolaan sampah di sekolah tersebut sudah berjalan cukup baik dan kini menjadi bagian dari budaya sekolah. Lima langkah Mas Jos diklaim mampu menekan volume sampah sekolah secara signifikan, antara lain pengolahan sampah organik, pembuatan biopori jumbo, serta pemilahan limbah dapur untuk mengurangi timbulan sampah.
“Volume sampah sekolah turun cukup drastis. Kami juga melatih siswa menabung sampah melalui buku tabungan sampah, sehingga sampah yang disetor bisa bernilai uang dan dimanfaatkan untuk kegiatan kelas,” kata Dwi. Selain itu, sekolah mendorong kebiasaan membawa tumbler dan wadah makan guna ulang, disertai pengarahan rutin agar perilaku tersebut berkembang menjadi budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.






























