Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan pentingnya kesiapan orang tua dan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, kedua pihak tersebut tidak boleh ragu untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agar dapat mendampingi anak di era digital.
Gibran menegaskan bahwa AI pada dasarnya membuka akses yang sangat luas terhadap berbagai sumber pengetahuan. Teknologi ini bisa menjadi pintu menuju “lautan informasi” yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari referensi, hingga mengembangkan kreativitas.
Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi tetap membutuhkan peran manusia dalam mengelola dan memanfaatkannya secara bijak. Orang tua dan guru, kata Gibran, memiliki peran penting dalam membantu anak menyaring informasi, memahami konteks, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Menurutnya, kemampuan untuk menganalisis dan memaknai informasi menjadi kunci utama di tengah derasnya arus pengetahuan yang tersedia melalui teknologi digital. Tanpa pendampingan yang tepat, anak-anak berpotensi kesulitan membedakan informasi yang bermanfaat dengan yang kurang relevan.
Karena itu, Gibran mendorong para orang tua dan guru untuk tidak merasa malu belajar hal-hal baru, termasuk memahami perkembangan teknologi AI. Dengan terus meng-upgrade diri, mereka diharapkan dapat membimbing generasi muda agar memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif dalam proses belajar maupun kehidupan sehari-hari.



































