Wakil Presiden Republik Indonesia menegaskan pentingnya santri untuk melek teknologi di tengah pesatnya perkembangan digital dan tantangan global yang semakin kompleks. Menurut Wapres, santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu keagamaan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan adaptif terhadap kemajuan teknologi agar mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Wapres dalam sebuah kegiatan bersama kalangan pesantren dan santri. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi menjadi bekal penting agar santri tidak tertinggal dalam persaingan global, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan beretika.
Wapres menilai, pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul. Dengan memadukan nilai-nilai keislaman, karakter, dan literasi digital, santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, Wapres juga mengingatkan agar pemanfaatan teknologi oleh santri tetap disertai dengan penguatan nilai moral dan akhlak. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diarahkan untuk hal-hal positif, seperti pengembangan dakwah digital, kewirausahaan berbasis teknologi, serta inovasi sosial yang bermanfaat.
Pemerintah, lanjut Wapres, terus mendorong penguatan ekosistem digital di lingkungan pesantren melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan penyediaan infrastruktur teknologi. Upaya ini diharapkan dapat membuka ruang kreativitas santri, sekaligus memperluas peran pesantren dalam menjawab tantangan era digital.
Dengan kemampuan teknologi yang memadai, Wapres berharap santri mampu menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berdaya saing, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur pesantren.





























