Seorang guru pensiunan di Solo, Sunarsih Budihastuti, menyampaikan kesaksian yang menggetarkan di hadapan Komisi III DPR RI. Setelah 41 tahun mengajar, ia mengaku kehilangan hampir seluruh dana pensiunnya yang mencapai Rp300 juta karena terjebak investasi di Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN). Ia baru menikmati masa pensiun sekitar empat tahun ketika kasus ini terjadi.
Sunarsih menjelaskan, awalnya ia berulang kali didatangi seseorang yang mengaku sebagai “leader” BLN. Bujukan terus-menerus membuatnya luluh, hingga dalam waktu singkat ia mencairkan dana pensiun sekitar Rp368 juta dan menempatkan Rp300 juta di koperasi tersebut. Beberapa bulan kemudian, ia mulai curiga karena dana pensiun yang biasanya ia terima tidak lagi masuk ke rekening.
Kecurigaan itu ia ceritakan kepada sang suami yang berlatar belakang auditor. Namun, tak lama setelah mengetahui kondisi sebenarnya, suaminya meninggal dunia, hanya 19 hari setelah ia mengungkapkan bahwa Rp300 juta dana pensiun sudah dialihkan ke BLN. Sunarsih menyebut sejak 2025 ia praktis tidak menerima lagi hak pensiun dan memperkirakan sampai 2039 ia tidak akan mendapatkan pembayaran pensiun apabila persoalan ini tidak terselesaikan.
Selama setahun terakhir, ia mengaku hidup tanpa pemasukan dari pensiun maupun hasil investasi, hanya bertahan berkat bantuan teman yang memberinya pekerjaan informal sekadar “ngelap-ngelap” dengan imbalan makan. Belakangan, ia menemukan fakta bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Dalam sebuah grup, ia bertemu banyak pensiunan lain, mulai dari polisi, tentara, hingga guru yang mengaku mengalami kerugian serupa.
Sunarsih telah melaporkan kasus ini ke Polresta Surakarta dan berharap negara hadir. Di depan anggota dewan, ia meminta agar para pensiunan korban dapat kembali memperoleh hak pensiun mereka, agar “pejuang-pejuang” yang telah mengabdi puluhan tahun ini tetap bisa hidup dengan layak di masa tua.































