Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tatik Modes berkontribusi aktif dalam upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Trenggalek melalui peningkatan keterampilan generasi muda. Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2025, sebanyak 30 peserta didik dibekali keterampilan tata busana sebagai modal untuk menjadi wirausaha mandiri.
Program PKW Platinum di LKP Tatik Modes dirancang dengan pendekatan kewirausahaan yang kuat. Kursus yang diselenggarakan secara gratis ini menjadi peluang berharga bagi peserta dari berbagai latar belakang untuk memperoleh keterampilan vokasional yang aplikatif dan sesuai kebutuhan dunia usaha.
Salah satu peserta, Ravolusonera Pambaruntaku atau akrab disapa Pamba, mengaku sangat antusias mengikuti program tersebut. Tanpa memiliki pengalaman sebelumnya di bidang keterampilan vokasional, Pamba memilih memulai dari nol dengan belajar menjahit melalui PKW.
“Saya ingin belajar menjahit karena sebelumnya tidak punya pengalaman sama sekali. Awalnya memang terasa sulit, tetapi lama-lama jadi lebih mudah karena suasananya mendukung,” ungkap Pamba.
Selama pelatihan, Pamba mendapatkan pembelajaran dasar menjahit hingga pembuatan pola busana. Dengan porsi praktik yang dominan, keterampilannya terus terasah dalam membuat berbagai jenis pakaian, mulai dari kemeja, gaun, hingga rok.
“Saya punya impian untuk memiliki merek busana muslim sendiri,” tuturnya penuh harap.
Manfaat serupa juga dirasakan Vira, lulusan sekolah menengah yang cukup lama belum mendapatkan pekerjaan. Keterbatasan keterampilan membuatnya kesulitan bersaing di dunia kerja, hingga akhirnya memutuskan mengikuti kursus tata busana melalui PKW Platinum.
“Memang benar, mencari pekerjaan itu sulit kalau tidak punya keterampilan. Kalau tidak bekerja, setidaknya harus punya usaha. Karena itu saya memilih meningkatkan keterampilan dulu,” kata Vira.
Vira mengaku pengalaman mengikuti PKW jauh lebih baik dari yang ia bayangkan. Selain belajar menjahit, peserta juga mendapatkan materi membatik serta pembekalan kewirausahaan, mulai dari pengelolaan modal hingga pemasaran digital sebagai persiapan membangun usaha sendiri.
“Setelah lulus PKW, kami juga akan mendapatkan peralatan jahit dan bahan. Jadi benar-benar dipersiapkan untuk menjadi wirausaha,” jelasnya.
Pemimpin LKP Tatik Modes, Mintarsih, menjelaskan bahwa PKW Platinum 2025 menitikberatkan sekitar 80 persen pada praktik, sesuai dengan petunjuk teknis program. Tujuan utama PKW, menurutnya, tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter peserta agar siap menjadi wirausahawan yang tangguh dan berdaya saing.
“Kami juga memfasilitasi kemandirian lulusan setelah pelatihan yang berakhir pada Januari. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan dinas terkait dan pelaku UMKM,” ujar Mintarsih.
Sebagai informasi, Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan salah satu program prioritas Direktorat Kursus dan Pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Vokasi PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini bertujuan menekan angka pengangguran usia produktif melalui penguatan keterampilan agar peserta mampu tumbuh sebagai wirausaha muda mandiri.





















