Keberhasilan dunia pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik atau tingginya nilai kelulusan. Lebih dari itu, pendidikan dinilai berhasil ketika lulusannya mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Prinsip tersebut diterapkan oleh SMKN 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, khususnya pada Konsentrasi Keahlian Teknik Pemesinan. Sekolah ini mengembangkan pembelajaran berbasis proyek sebagai strategi untuk membekali peserta didik dengan kompetensi yang seimbang antara kemampuan teknis (hard skills) dan keterampilan nonteknis (soft skills).
Melalui pendekatan ini, para murid didorong untuk peka terhadap peluang yang ada di masyarakat, kemudian mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di bangku sekolah ke dalam karya nyata. Salah satu wujudnya adalah pembuatan berbagai produk furnitur rumah tangga.
Dalam pelaksanaannya, murid SMKN 1 Glagah memproduksi beragam perabot, mulai dari meja, kursi, rak penyimpanan, kompor, lemari, hingga furnitur multifungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Seluruh proses produksi dilakukan di bengkel praktik sekolah dengan pendampingan guru produktif, menggunakan peralatan dan standar kerja yang mendekati kondisi industri sebenarnya. Hal ini membuat murid terbiasa bekerja secara profesional sejak dini.
Kepala SMKN 1 Glagah, Tofik Santoso, menegaskan bahwa sekolah berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki mental dan kemampuan untuk berwirausaha. Menurutnya, keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas dan kemandirian lulusan.
“Kami memang mengarahkan murid agar memiliki jiwa wirausaha. Dengan begitu, mereka tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Tofik.
Produk hasil karya murid kemudian dipasarkan melalui berbagai platform media sosial. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas. Bahkan, produk-produk tersebut dinilai mampu bersaing dengan furnitur yang beredar di pasaran.
Melalui pembelajaran berbasis proyek ini, SMKN 1 Glagah menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, produktif, dan berdaya guna bagi masyarakat, sekaligus siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan.





























